dan ini adalah sebuah cerita yang mungkin tidak akan pernah aku ceritakan. kepada hal yang mungkin saja mengharapkan aku. disini aku baik baik saja.
yah.
aku baik baik saja.
keinginanku mungkin saja sudah tercapai, tapi apa hanya sebatas itu tuhan?
mungkin memang karena aku masih di proses, hingga pertanyaan yang aku punya tidak akan pernah habis.
kapan aku akan berakhir?
mungkin ketika ku berkata, aku ingin akhiri ini semua. tapi tidak, oleh sesuatu yang ada di dalam diriku. aku ingin hidup.
aku ingin hidup abadi.
aku takut, aku takut mati dan meninggalkan hal hal yang aku cintai.
bahkan ketika aku tidak tahu, aku mencintai apa.
mungkin kah aku berada di nalar yang tidak seharusnya aku berada?
tiap kata ku tulis di sebuah layar putih, aku terus bertanya dan tidak pernah puas.
apakah aku sanggup?
jika saja apa apa yang aku takutkan benar akan terjadi, tuhan.
tolong selamatkan mereka yang menghargaiku.
mereka yang menyayangi ku.
mereka yang memang ada untukku.
mereka yang tertawa bersamaku, mereka yang mungkin dapat menangis denganku.
ku dengar lagi suara nada irama yang selama ini aku lantunkan.
tuhan, terima kasih.
terima kasih sudah memberikan aku kesempatan.
dan aku tidak sendirian.
dengan siapapun aku akan berakhir nantinya, tuhan.
biarkan aku merasa semua hal yang dapat aku rasakan.
terimakasih untuk hidupku, orang disekitarku, takdirku, serta perasaan ku yang kadang membuatku hilang akal.
apa aku gila?
apa aku cukup waras?
andai saja, suatu hari aku sudah menyelesaikan apa apa yang seharusnya aku selesaikan...
andai saja, aku mampu. dan ini adalah takdir ku, bukan?
mungkin jika diberi kesempatan aku akan meminta kehidupan yang lain.
tapi jiwa lain di dalam aku bertanya, "kenapa?" "apa yang salah?"
tidak ada.
tidak ada satupun yang keliru dari hidup ku.
jadi tuhan, tolong biarkan aku berlari, aku takut.
aku takut berjalan terlalu lama, sehingga aku menemukan hal hal yang tidak seharusnya aku temukan.
biarkan aku berlari kencang, hingga angin pun tak dapat mengalahkanku.
biarkan aku setidaknya lelah.
tidak ada.
tidak ada lagi sebuah ucapan, sebuah permintaan dari ku.
tidak ada.
aku serahkan, segalanya.
segala hal yang sudah ditulis, meski fraktur, meski robek tolong papah aku.
papah aku untuk berlari.
hingga aku pun masih yakin bahwa tidak ada.
tidak ada apapun yang dapat membuat ku terluka.
siapapun, apapun, dan bagaimanapun itu....
tidak ada yang akan mengubahku menjadi tidak lebih baik.
jika pada akhirnya pun ku temui seseorang, aku mohon buat itu menjadi diriku yang lebih baik dari ke-"tidak ada"-an apa yang tlah aku miliki.
yah.
aku baik baik saja.
keinginanku mungkin saja sudah tercapai, tapi apa hanya sebatas itu tuhan?
mungkin memang karena aku masih di proses, hingga pertanyaan yang aku punya tidak akan pernah habis.
kapan aku akan berakhir?
mungkin ketika ku berkata, aku ingin akhiri ini semua. tapi tidak, oleh sesuatu yang ada di dalam diriku. aku ingin hidup.
aku ingin hidup abadi.
aku takut, aku takut mati dan meninggalkan hal hal yang aku cintai.
bahkan ketika aku tidak tahu, aku mencintai apa.
mungkin kah aku berada di nalar yang tidak seharusnya aku berada?
tiap kata ku tulis di sebuah layar putih, aku terus bertanya dan tidak pernah puas.
apakah aku sanggup?
jika saja apa apa yang aku takutkan benar akan terjadi, tuhan.
tolong selamatkan mereka yang menghargaiku.
mereka yang menyayangi ku.
mereka yang memang ada untukku.
mereka yang tertawa bersamaku, mereka yang mungkin dapat menangis denganku.
ku dengar lagi suara nada irama yang selama ini aku lantunkan.
tuhan, terima kasih.
terima kasih sudah memberikan aku kesempatan.
dan aku tidak sendirian.
dengan siapapun aku akan berakhir nantinya, tuhan.
biarkan aku merasa semua hal yang dapat aku rasakan.
terimakasih untuk hidupku, orang disekitarku, takdirku, serta perasaan ku yang kadang membuatku hilang akal.
apa aku gila?
apa aku cukup waras?
andai saja, suatu hari aku sudah menyelesaikan apa apa yang seharusnya aku selesaikan...
andai saja, aku mampu. dan ini adalah takdir ku, bukan?
mungkin jika diberi kesempatan aku akan meminta kehidupan yang lain.
tapi jiwa lain di dalam aku bertanya, "kenapa?" "apa yang salah?"
tidak ada.
tidak ada satupun yang keliru dari hidup ku.
jadi tuhan, tolong biarkan aku berlari, aku takut.
aku takut berjalan terlalu lama, sehingga aku menemukan hal hal yang tidak seharusnya aku temukan.
biarkan aku berlari kencang, hingga angin pun tak dapat mengalahkanku.
biarkan aku setidaknya lelah.
tidak ada.
tidak ada lagi sebuah ucapan, sebuah permintaan dari ku.
tidak ada.
aku serahkan, segalanya.
segala hal yang sudah ditulis, meski fraktur, meski robek tolong papah aku.
papah aku untuk berlari.
hingga aku pun masih yakin bahwa tidak ada.
tidak ada apapun yang dapat membuat ku terluka.
siapapun, apapun, dan bagaimanapun itu....
tidak ada yang akan mengubahku menjadi tidak lebih baik.
jika pada akhirnya pun ku temui seseorang, aku mohon buat itu menjadi diriku yang lebih baik dari ke-"tidak ada"-an apa yang tlah aku miliki.
aku,
tasia rozakiah lubis
untukku dan dia dengan ritme laguku
No comments:
Post a Comment